{"id":283,"date":"2025-11-14T00:00:00","date_gmt":"2025-11-14T00:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/?p=283"},"modified":"2025-11-21T08:35:05","modified_gmt":"2025-11-21T08:35:05","slug":"sebuah-rutinitas-petani-kecil","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/","title":{"rendered":"Sebuah Rutinitas Petani Kecil"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">(akademisi Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah)<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-287\" srcset=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-300x225.jpg 300w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-768x576.jpg 768w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sesubuh itu, Buk Yati sudah berkecimprang di dapur rumah panggung tersebut. Kompor yang terhubung ke tabung gas melon kecil, memancarkan pijar kebiruan di bawah panci alumunium. Sesaat bunyi mendesis terdengar, tangannya sigap menuangkan air panas ke gelas kecil berisi kopi. Lanjut pula dengan siraman minyak panas berdesir saat sepotong-sepotong pisang kepok nyemplung kedalamnya. Seiring azan subuh dari Musholla di ujung jalan, suguhan kopi panas dan sepiring goreng pisang telah terhidang di meja kecil itu. Aromanya menyebar, sebagian uapnya mengaburkan pigura kaca burung Garuda bertuliskan Pancasila di dinding rumah kayu itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sedikit bergegas Pak Yamin keluar dari ruang kamar, masih berbalut sarung dan berkopiah, pertanda Subuh sudah ditunaikan, ia menyeruput dan menikmati aroma Arabica khas daerahnya. Tangannya mulai sibuk mencuil-cuil pisang yang masih panas. \u201cAh, nikmat manalagikah yang akan kudustakan\u2026\u201d gumamnya. Bibirnya tersungging sembari menatap sepasang bocah bergelung selimut di ujung ruang tengah. Pagi memang masih dingin, bergelung <em>kemul <\/em>tentu jauh lebih mengasyikkan bagi kedua buah hatinya itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBerangkat pak?\u201d suara Buk Yati sedikit mengagetkan. Ah ya tentu saja, azan Subuh sudah lama berkumandang, kokok ayam pun sudah tak terdengar. Seperti biasa, sehabis subuh adalah jadwalnya Pak Yamin harus segera \u201cke kantor.\u201d Terlambat sedikit, hasil kerja tak akan maksimal. Sebisanya sebelum matahari terbit, Pak Yamin sudah harus beraktifitas di \u201ckantor\u201d nya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Maka, sebuah keranjang berukuran sedang digantungkan dibahunya, pisau toreh atau pisau deres, sebilah parang, sepatu bot dan topi pet kecil menjadi seragamnya di pagi itu. Sama seperti pagi-pagi sebelumnya. \u201cKantor\u201d lebih tepatnya kebun karet yang siap sadap sudah menunggu. Saban hari rutinitas itulah yang dijalani Pak Yamin dan Bu Yati. Tatapan mata burung Garuda selalu mengiringinya setiap pagi, walau kacanya telah berdebu. Sebuah potret buram terpajang pula dibawahnya, sosok berseragam tentara jaman dulu, tampak masih gagah memegang senjata. Balur-balur jamur mulai merayapi photo lusuh itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Yamin dan keluarga kecilnya, yang katanya adalah cucu dari seorang pejuang kemerdekaan tahun 1945 silam, kiranya adalah potret dari sebagian besar petani karet di Sumatera Selatan. Mereka beruntung memiliki kebun karet milik sendiri, warisan dari orang tua. Tidak luas, sekitar 1,5 bidang, atau satu setengah hektar ukuran umum. Dari hasil <em>nakok <\/em>(nyadap) karet setiap hari, setidaknya Pak Yamin mendapatkan sekitar 1 pikul karet siap jual (1&nbsp; pikul sama dengan 100 kg). Saat harga karet sedang naik, seperti hari itu, 13.000\/Kg, ia bisa membawa pulang Rp. 1.300.000\/minggu.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani1-1-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-288\" srcset=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani1-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani1-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani1-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani1-1-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani1-1.jpg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi Pak Yamin hasil itu sudah sangat memuaskan. Bu Yati juga tersenyum senang. Hari Rabu, ia akan setia menunggu di dekat rumah <em>Toke <\/em>(juragan karet), menanti karet selesai ditimbang, hitung harga dan bayar. Esoknya, hari Kamis adalah <em>Kalangan <\/em>(pasar desa) di desanya. Total penghasilan kotor 1.300.000\/minggu sangat mencukupi baginya untuk memenuhi kebutuhan rumah selama seminggu kedepannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebagai keluarga petani yang hidup di desa, sebetulnya kebutuhan konsumsi untuk sehari-hari tidak terlalu banyak. Yang wajib dibeli adalah beras, minyak goreng, tabung gas, gula, kopi, dan garam. Itu yang pokok. Kadang kala, ia menyempatkan diri membeli daging segar sedikit. \u201cSesekali merubah seleralah,\u201d ujarnya.&nbsp; Selebihnya adalah untuk keperluan non bahan pokok, seperti bayar angsuran sepeda motor, bayar listrik, jajan anak ke sekolah, beli perabotan jika sudah diperlukan. Sesekali disempatkan juga beli sedikit bedak dan alat kosmetik sederhana. \u201cKita kan masih muda, ya kadang perlu lah sedikit berias, biar Pak Yamin betah,\u201d ujarnya terkekeh. Bu Yati memang masih tampak segar, 32 tahun, berselang sedikit dari Pak Yamin yang sudah 35 tahun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kebun karet itu tampak gelap-gelap tanggung di selepas subuh itu. Jejeran pepohonan yang berbaris rapi, bak tiang-tiang hitam menjadi pagar berbaris rapi. Rerumputan tipis di sela-sela pohon karet, lembab dan basah terpijak. Geliat pacet-pacet nakal menggelinjang dan dengan cepat menempel saat sesuatu melintasinya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tangan Pak Yamin lincah menggores-gores pohon bergetah tersebut. Pisau deres dengan ujung melengkung dan sisi tajamnya mulai mengitari bekas deresan sebelumnya. Perlahan tetes-tetes putih turun dan masuk ke tempurung penampung yang tergantung dibawahnya. Pak Yamin terus bergerak cepat, pindah dari satu pohon ke pohon lainnya. Seluruh pohon harus dideresnya sebelum matahari meninggi. Pacet-pacet yang menggeliat-geliat di rerumputan basah tak dihiraukan. Sepatu bot itu cukup ampuh untuk menahan makhluk kecil si penghisap darah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Matahari sudah meninggi, panasnya mulai menelusup di sela-sela dedaunan. Rumputpun mulai mengering, dan Pak Yamin merampungkan tugasnya hari itu. Sejenak ia rehat di pondok kecil. Jam 10 pagi tugas di \u201ckantor\u201d terselesaikan. Tak banyak yang dilakukan, Pak Yamin hanya menderes, membereskan beberapa bagian, kemudian pulang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rutinitas Pak Yamin terus berlanjut, ia pulang ke rumah, mandi dan istirahat. Jam 12.00 siang ia bersiap sholat Zuhur dan kemudian makan siang. Setelah itu, sekitar pukul 15.00 ia berkemas-kemas lagi. Kali ini bukan ke \u201ckantor\u201d, tapi menyiapkan joran pancing, mencari umpan dan berangkat ke rawa luas yang ada di seberang kebunnya. Ya, memancing, pekerjaan sampingan yang tentu mengasyikkan. Ia juga membawa <em>Tangkul <\/em>(alat penangkap ikan berupa jaring lebar berbentuk segi 4), alat yang cukup ampuh untuk menarik ikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil pancingan dan <em>tangkul <\/em>cukup lumayan, 3 ekor lele, dan beberapa ekor ikan betok. Tidak banyak, tapi cukup untuk makan malam sekeluarga. Menjelang magrib ia sudah berada di rumah kembali, ikan pun langsung masuk penggorengan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Begitulah rutinitas yang dijalankan oleh Pak Yamin sehari-hari. Perubahan hanya jika musim hujan turun, tapi polanya tetap sama. Pak Yamin begitu menikmati, sebuah rutinitas membuatnya selalu bisa tersenyum. Senyum yang persis seperti mulut Garuda yang terus ternganga di dinding rumahnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Yamin begitu paham soal lingkungannya, soal hutan, kebun karet, rawa-rawa dan ikan yang berkecimpung didalamnya. Ia sudah menjalani itu sejak kecil, sejak ia mulai diajak oleh orangtuanya ikut ke kebun. Selama sekian puluh tahun, semua sudah membekas dan menjadi penentu kehidupannya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentu saja Pak Yamin kemudian mengalami berbagai dinamika, perubahan alam yang dirasakan. Ia merasakan bahwa rawanya semakin berkurang airnya, luasnyapun mulai menyempit, sejak para tetangga mulai menimbun dan membangun rumah-rumah. Sejak beberapa lahan sawah mulai pula menggunakan segala macam pestisida dan racun serangga, membunuh ikan-ikan di rawa-rawa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga mengalami dan merasakan semakin sempitnya lahan kebun karet karena ekspansi perkebunan kelapa sawit yang tak bisa ia tolak. Ia juga menyaksikan anak-anak muda yang terus bergerak dan berpindah ke luar desa, mencari peruntungan ke berbagai kota, termasuk anak muda yang semakin enggan menggenggam pisau deres.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tak jarang juga, ia harus mendengarkan keluhan Bu Yati, saat harga karet anjlok tajam, kebutuhan per minggu tak lagi tercukupi. Kebutuhan keluarga semakin besar tapi karetnya bagai tak berharga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Yamin juga merasakan kesedihan dan ketakutan, saat beberapa polisi datang kedesanya dan menangkapi remaja karena mengkonsumsi narkoba. Begitupun saat beberapa remaja terlibat tawuran yang memakan korban jiwa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pak Yamin merasakan semua yang di waktu kecil dan muda dulu tak penah terbayangkan olehnya. Tapi begitulah, semua harus dijalani dan semua harus dialaminya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ditatapnya kembali kedua bocah yang masih menggelung di bawah selimut. Senyum polos kanak-kanak ini menjadi penyemangat&nbsp; dan motivasi dari sekian banyak yang sudah dialaminya. Begitupun dengan Bu Yati yang sedari tadi sudah melantunkan dengkur halus. Besok pagi, ia harus kembali ke \u201ckantor\u201d, menjalani rutinitas. \u201cMaka nikmat mana lagikah yang engkau dustakan?\u201d, mulutnya bergumam pelan, menutup pintu kamar. Burung Garuda bertuliskan Pancasila itu masih tetap setia mengiringinya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si. (akademisi Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah) Sesubuh itu, Buk Yati sudah berkecimprang di dapur rumah panggung tersebut. Kompor yang terhubung ke tabung gas melon kecil, memancarkan pijar kebiruan di bawah panci alumunium. Sesaat bunyi mendesis terdengar, tangannya sigap menuangkan air panas ke gelas kecil berisi kopi. Lanjut pula dengan siraman &#8230; <a title=\"Sebuah Rutinitas Petani Kecil\" class=\"read-more\" href=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/\" aria-label=\"Read more about Sebuah Rutinitas Petani Kecil\">Read more<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-283","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ilmu"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sebuah Rutinitas Petani Kecil -<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sebuah Rutinitas Petani Kecil -\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si. (akademisi Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah) Sesubuh itu, Buk Yati sudah berkecimprang di dapur rumah panggung tersebut. Kompor yang terhubung ke tabung gas melon kecil, memancarkan pijar kebiruan di bawah panci alumunium. Sesaat bunyi mendesis terdengar, tangannya sigap menuangkan air panas ke gelas kecil berisi kopi. Lanjut pula dengan siraman ... Read more\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-11-14T00:00:00+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-11-21T08:35:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"admin\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"admin\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/\",\"url\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/\",\"name\":\"Sebuah Rutinitas Petani Kecil -\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-1024x768.jpg\",\"datePublished\":\"2025-11-14T00:00:00+00:00\",\"dateModified\":\"2025-11-21T08:35:05+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#\/schema\/person\/c9cd247174a2cbed79d0e4b93316209f\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg\",\"width\":1600,\"height\":1200},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sebuah Rutinitas Petani Kecil\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#website\",\"url\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/\",\"name\":\"\",\"description\":\"sukoliloijo\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#\/schema\/person\/c9cd247174a2cbed79d0e4b93316209f\",\"name\":\"admin\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6294aa9ff00f456dcb3f7b0d5355501f1e4a90631bad2924bbaddc79bd94f5c?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6294aa9ff00f456dcb3f7b0d5355501f1e4a90631bad2924bbaddc79bd94f5c?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"admin\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wordpress\"],\"url\":\"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/author\/sukolilo_admin\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sebuah Rutinitas Petani Kecil -","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sebuah Rutinitas Petani Kecil -","og_description":"Oleh : Dr. Yenrizal, M.Si. (akademisi Komunikasi Lingkungan UIN Raden Fatah) Sesubuh itu, Buk Yati sudah berkecimprang di dapur rumah panggung tersebut. Kompor yang terhubung ke tabung gas melon kecil, memancarkan pijar kebiruan di bawah panci alumunium. Sesaat bunyi mendesis terdengar, tangannya sigap menuangkan air panas ke gelas kecil berisi kopi. Lanjut pula dengan siraman ... Read more","og_url":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/","article_published_time":"2025-11-14T00:00:00+00:00","article_modified_time":"2025-11-21T08:35:05+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1200,"url":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"admin","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"admin","Est. reading time":"6 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/","url":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/","name":"Sebuah Rutinitas Petani Kecil -","isPartOf":{"@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2-1024x768.jpg","datePublished":"2025-11-14T00:00:00+00:00","dateModified":"2025-11-21T08:35:05+00:00","author":{"@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#\/schema\/person\/c9cd247174a2cbed79d0e4b93316209f"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#primaryimage","url":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg","contentUrl":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/petani2.jpg","width":1600,"height":1200},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/2025\/11\/14\/sebuah-rutinitas-petani-kecil\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sebuah Rutinitas Petani Kecil"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#website","url":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/","name":"","description":"sukoliloijo","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#\/schema\/person\/c9cd247174a2cbed79d0e4b93316209f","name":"admin","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6294aa9ff00f456dcb3f7b0d5355501f1e4a90631bad2924bbaddc79bd94f5c?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b6294aa9ff00f456dcb3f7b0d5355501f1e4a90631bad2924bbaddc79bd94f5c?s=96&d=mm&r=g","caption":"admin"},"sameAs":["https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/wordpress"],"url":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/author\/sukolilo_admin\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=283"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":289,"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/283\/revisions\/289"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=283"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=283"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/sukoliloijo.dg-care.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=283"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}