Sampah Serapah

Sampah Serapah adalah festival yang mempertemukan pengetahuan tentang sampah dan manusianya di Sukolilo. Jejak-jejak sampah menjadi fokus riset, baik sebagai masalah maupun sebagai peluang solusi, dan dihubungkan dengan tradisi lokal seperti Gunungan, Sedekah Bumi, Bersih Desa, dan Memayu Hayuning Bawana. Festival ini mencoba menelusuri paradoks antara kesadaran ekologis dan praktik sehari-hari, serta membuka ruang bagi warga untuk merefleksikan sikap mereka terhadap alam melalui proses kreatif.

Festival ini menampilkan berbagai bentuk kegiatan, mulai dari pembuatan media kampanye lingkungan, seni partisipatoris, hingga pertunjukan bertemakan lingkungan, dengan pendekatan yang edukatif sekaligus partisipatif. Kegiatan ini merespons persoalan sampah yang berkontribusi pada banjir, baik di skala makro maupun mikro, dan mengajak warga untuk memikirkan solusi kolektif dengan cara yang kreatif dan interaktif.Sejak 2021, Sampah Serapah terus berinovasi dalam eksperimen seni dan metode partisipatif. Festival ini dirancang untuk bersifat adaptif: akan berhenti jika persoalan sampah plastik di desa berhasil diselesaikan, menjadikan festival ini sebagai ruang refleksi sosial, budaya, dan ekologis yang hidup, responsif, dan bermakna bagi masyarakat Sukolilo.

1. Menginstalasi Gotong Royong Ulan-ulan Sampah

2021 (Rangaswengi X Sandal Petualang) Sampah Serapah: Seberapa Lama Kita akan Berteman dengan Alam, pameran kolase sampah untuk anak-anak. Performer: Rimong Batik (sekarang: Prigel Bomastro), Azis Wisanggeni, Jono.

2022 Menyelenggarakan Open Call Donation untuk korban banjir di bulan November 2023 bersama Dendang Sowan #3

2023 Geger Purwa (Gerwa) project pertunjukan musik dan noise untuk merespon keadaan Banjir.

2023 Karnaval Sampah, project kampanye sampah pada event Meron, sifat eksperimen ini mengasipirasikan praktek Karnaval ala Warga Desa dan Noise Bombing

2023 Festival Sampah Serapah Fase 2: Nagabencana x Biennale Jatim Cultur4l Synth3s1s

2. Lokakarya

3. Arisan Sampah

Kebersihan sebagian dari Sen(iman), workshop pembuatan poster lingkungan

4. Pameran Karya Lokakarya dan Subsmisi

Konsep pertemuan sebagai strategi pengumpulan Sampah secara silaturahmi. Ruang ini digunakan sebagai ruang uji secara konsep, dihadiri oleh tokoh lokal:

Ibu Mudrikah, inisiator Bank Sampah lingkup Desa Gadudero, Sukolilo, Pati

Gunretno, tokoh masyarakat Sedulur Sikep

Putut Pasopati, seniman

Imam Bucah, senimanRagil Kuswatno, Fotografer
Amiruddin, Kepala Desa Sukolilo

5. Pertunjukan dan Musik Lingkungan

Dendang Sowan (Karst, Nonhem, Koprolit, Waterflower, Aruma Irama, Kendeng Squad, Story of Victory, Sanggar Kawibeksa, Erik Art Production, Widia NIngrum, Hikam, Krisna, Jefry, Thether Budaya)

Leave a Comment